Sunday, March 30, 2014

Untitled.

Masa lalu memang menetap ditempatnya, walau kadang setiap hal kecil selalu membawa kita kembali kemasa kelam itu..

   Nafas terasa berat layaknya bongkahan batu besar menghantam hati begitu keras tanpa pandang bulu. Sepintas kenangan pahit mencabik-cabik diriku hingga tak tahu lagi bagaimana harus bertindak. Bola mata tak mampu lagi menahan butiran mutiara kepahitan yg membasahi pipi, meski kadang mulut selalu memberikan kesan kebahagian melalui senyuman hangat. Sentuhan manis pada pundak hanyalah penyegar semata tanda kasihan.
   Namun.. Ahhh sudahlah.. aku tak ingin belas kasihan angin malam yang menerpa wajahku tiap kali ku tutup pengetahuanku akan dunia yg keji ini, aku tak butuh janji keindahan duniawi yang matahari lontarkan padaku, aku lelah mendengarnya..